Sinopsis
Di tengah arus perubahan yang bergerak semakin cepat, tradisi sering dipandang sebagai warisan masa lalu yang kehilangan relevansinya. Padahal, di dalam tradisi tersimpan cara sebuah bangsa memahami dirinya, merawat ingatan kolektif, membangun kebudayaan, dan menyiapkan masa depannya.
Merawat Tradisi, Menumbuhkan Peradaban menghadirkan gagasan, pidato kebudayaan, catatan perjalanan, serta refleksi pemikiran KH Muhammad Yusuf Chudori mengenai hubungan pesantren, kebudayaan, dan kepemimpinan Nahdlatul Ulama pada abad kedua. Melalui bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat, buku ini mengajak pembaca melihat bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat lahirnya nilai, etika, dan peradaban.
Berangkat dari pengalaman panjang berdialog dengan para kiai, seniman, budayawan, masyarakat desa, hingga berbagai forum kebudayaan, KH Muhammad Yusuf Chudori menawarkan cara pandang bahwa merawat tradisi bukan berarti mempertahankan masa lalu secara membabi buta, melainkan menghadirkan nilai-nilai luhur agar tetap hidup dan mampu menjawab tantangan zaman.
Buku ini bukan hanya kumpulan tulisan, tetapi sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang menghubungkan Islam, kebudayaan Nusantara, dan visi besar peradaban Indonesia. Setiap halaman mengajak pembaca menemukan kembali makna gotong royong, kemanusiaan, kebijaksanaan lokal, serta pentingnya membangun masa depan tanpa tercerabut dari akar tradisi.
Lebih dari sekadar bacaan, Merawat Tradisi, Menumbuhkan Peradaban adalah undangan untuk melihat bahwa peradaban besar selalu tumbuh dari masyarakat yang mampu menjaga ingatannya, merawat budayanya, dan menumbuhkan kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai luhur.